Tradisi Nyadran Padukuhan Gadungan Kepuh
Supriyanto 08 Maret 2023 14:30:53 WIB
Padukuhan Gadungan Kepuh melaksanakan nyadran yang rutin tahun dilaksanakan sebelum bulan puasa. Tradisi ini dilaksanakan di Makam Gadungan Kepuh. Nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih lekat dalam kehidupan masyarakat Jawa. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta “Sraddha”yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya. Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah. Tradisi Nyadran berdasarkan sejarahnya merupakan suatu akulturasi budaya jawa dengan islam.
#kalurahancanden
Komentar atas Tradisi Nyadran Padukuhan Gadungan Kepuh
Formulir Penulisan Komentar
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Jadwal Pelayanan Lebaran Tahun 2026
- Selamat Hari Jadi ke 271 Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jam Pelayanan Ramadhan 1447 H / 2026 H
- Selamat Ramadhan 1447 H
- Posko Mobil Pajak Keliling SPPT PBB 2026 Padukuhan Banyudono, Kiringan, dan Wonolopo
- Layanan Pemutakhiran Data SPPT PBB
- Posko Mobil Pajak Keliling SPPT PBB 2026 Padukuhan Ngibikan, Suren Wetan,dan Suren Kulon
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License
















